Thursday, March 30, 2006

---9860II0986---

Ambigram ini sebenarnya didapatkan pasca baca buku Angel & Demons karya Dan Brown. Ternyata ambigramnya banyak yang bagus...
Image hosting by Photobucket

Monday, March 20, 2006

Innocent Voice & Happy Birthday

Image hosting by Photobucket Film yang mengesankan, Innocent Voice, yang membuat Carlos Padilla meraih penghargaan sebagai Best Actor pada San Diego Film Festival 2005, dan meraih 9 penghargaan lainnya. Film yang menceritakan bagaimana kebahagiaan anak2, direnggut oleh perang. Masa indah kehidupan anak yang mesti dijejali dengan desingan peluru, penyisiran tentara dan bahkan penculikan di sekolah untuk masuk tentara, dengan dalih untuk menyelamatkan dari doktrinasi pemberontak, di negara El Salvador. Cerita awal yang berdasarkan kisah kehidupan nyata dari seorang Oscar Torres.
Kenyataan yang menyesakkan memang, Chava (Peran yang dimainkan oleh Carlos Padilla), mesti menghentikan tangis adik lelakinya ditengah desingan peluru, mesti berada di atas atap rumah seadanya, hanya untuk menghindari penangkapan oleh tentara untuk dijadikan serdadu dalam memerangi pemberontak, hingga nyaris menemui eksekusi tentara.
""Kalau kalian menanyakan, jika memang ada Tuhan, perang mungkin tak akan ada. Kutegaskan kembali kepada kalian, jika kalian mengikuti peraturan Tuhan, perang tak akan pernah ada."" Demikianlah penegasan Sang Pastor satu-satunya di film itu.
Film yang mestinya menyadarkan seluruh pihak, yang menegaskan kembali hak-hak anak. Untuk terbebaskan dari eksploitasi dalam bentuk apapun......

Dan selanjutnya juga mau ngucapin Selamat Ulang Tahun juga untuk N. K (My Younger Sister). Wherever you are, I wish all happiness will be yours. "Hari ini nikmati dan syukuri". Eh, jangan lupa pinjamin juga film "Doraemon Bercinta"-nya. Like I used to tell you that: You'll Never Walk Alone. So, Happy Birthday, 141491!!!

Friday, March 10, 2006

(Untuk) Raju (Yang Masih Anak2)

Muhammad Azwar atau Raju, telah menerima gelar "terpidana" dan kelak akan menyandang status "narapidana", di usianya yang sungguh muda. Masalah inilah yang menjadi keprihatinan bersama. Apa ini negara sudah kelar menyelesaikan kasus yang lebih prinsipil dan ber-tersangka orang dewasa???.
Anak, bagaimanapun kondisinya, dengan "taraf" kebandelan yang gimanapun, tetaplah seorang anak-anak. Yang akan paling memprihatinkan adalah tingkat mental emosional yang akan diterima Raju, "berkat" pengalamannya disidang dan satu sel dengan terpidana dewasa. Bakal jadi apa mentalnya di kemudian hari???
Perkelahian antar anak, seharusnya cukup menjadi tanggung jawab orang tua saja. Bagaimana orang tua seharusnya dapat menyelesaikan ini dengan secara arif dan bijaksana. Anak-anak akan tetap selalu nakal di mata orang dewasa, namun bagaimana kedewasaan orang yang "mengaku dewasa", bila mereka tetap menganggap dan berfikiran seperti anak2 juga!!!
Sekarang, bila anak2 iseng mengambil mangga tetangga, apakah harus diperlakukan hukum mencuri juga???, Anak2 bermain dengan dada telanjang, apakah harus akan dikenakan hukum pornografi kelak???, dan banyak lagi kebiasaan yang terjadi dalam masa kanak2. Bahkan kebiasaan ini sering diulang "orang dewasa" dalam kesehariannya, sungguh kenyataan ini mengabarkan bahwa "orang dewasa" lah yang masih anak2, ataukah masa kecil yang kurang bahagia???
Kenapa hukum lupa menyelesaikan kasus "orang dewasa". Toh, koruptor masih melenggang bebas, kenapa beraninya sama anak kecil???
Orang tua, sekali lagi Orang tua!!!. Anda tahu sejauh mana kebertanggungjawaban anda sebagai orang tua dalam masalah anak. Anda masih mengemban "beban" mengasuhnya, mendidiknya. Lingkungan dan kondisi yang dihadapi Raju, dan jutaan anak lainnya di dunia, sama!!!. Makanya, hukum orang tua (kalo belum ada, buat!!!) dan hukum sosial seharusnya bisa lebih dikedepankan.
Semoga hukum bisa jernih, "menjelaskan" tentang anak2. Mereka sedang merengkuh sukacita kehidupan sebagai Raja, di usia mereka. Sebelum mereka "dibebankan" memikirkan dunia, untuk dirinya, bangsa, negara dan agama. Berikan kedamaian pada mereka, mereka juga ingin mendamaikan dunia kelak, dimasa mereka dewasa...
Raju, ga ngarapin keadilan, toh fikirannya belum butuh itu. Ia (seperti anak lainnya), cuma butuh kenyamanan, tanpa intimidasi, tanpa ejekan, tanpa perbedaan rasial, penuh damai...

***Terima kasih buat Alex, yang udah ngajakin posting***

Saturday, March 04, 2006

The Second Jantho...

Kedua kalinya kemari, menikmati lagi malam yang sepi, sunyi...
Midnight in Jantho
Begadang semalam tanpa sengaja...
Ada sesuatu yang membuat mata belum mau dipejamkan, meski berulang dicoba...
Kota yang sepi, kecil, indah, sejuk meski tidak terurus...
Pilihan yang baik...
Jayalah...Jayalah...Abadi...Perjuangan Kami...