Muhammad Azwar atau Raju, telah menerima gelar "terpidana" dan kelak akan menyandang status "narapidana", di usianya yang sungguh muda. Masalah inilah yang menjadi keprihatinan bersama. Apa ini negara sudah kelar menyelesaikan kasus yang lebih prinsipil dan ber-tersangka orang dewasa???.
Anak, bagaimanapun kondisinya, dengan "taraf" kebandelan yang gimanapun, tetaplah seorang anak-anak. Yang akan paling memprihatinkan adalah tingkat mental emosional yang akan diterima Raju, "berkat" pengalamannya disidang dan satu sel dengan terpidana dewasa. Bakal jadi apa mentalnya di kemudian hari???
Perkelahian antar anak, seharusnya cukup menjadi tanggung jawab orang tua saja. Bagaimana orang tua seharusnya dapat menyelesaikan ini dengan secara arif dan bijaksana. Anak-anak akan tetap selalu nakal di mata orang dewasa, namun bagaimana kedewasaan orang yang "mengaku dewasa", bila mereka tetap menganggap dan berfikiran seperti anak2 juga!!!
Sekarang, bila anak2 iseng mengambil mangga tetangga, apakah harus diperlakukan hukum mencuri juga???, Anak2 bermain dengan dada telanjang, apakah harus akan dikenakan hukum pornografi kelak???, dan banyak lagi kebiasaan yang terjadi dalam masa kanak2. Bahkan kebiasaan ini sering diulang "orang dewasa" dalam kesehariannya, sungguh kenyataan ini mengabarkan bahwa "orang dewasa" lah yang masih anak2, ataukah masa kecil yang kurang bahagia???
Kenapa hukum lupa menyelesaikan kasus "orang dewasa". Toh, koruptor masih melenggang bebas, kenapa beraninya sama anak kecil???
Orang tua, sekali lagi Orang tua!!!. Anda tahu sejauh mana kebertanggungjawaban anda sebagai orang tua dalam masalah anak. Anda masih mengemban "beban" mengasuhnya, mendidiknya. Lingkungan dan kondisi yang dihadapi Raju, dan jutaan anak lainnya di dunia, sama!!!. Makanya, hukum orang tua (kalo belum ada, buat!!!) dan hukum sosial seharusnya bisa lebih dikedepankan.
Semoga hukum bisa jernih, "menjelaskan" tentang anak2. Mereka sedang merengkuh sukacita kehidupan sebagai Raja, di usia mereka. Sebelum mereka "dibebankan" memikirkan dunia, untuk dirinya, bangsa, negara dan agama. Berikan kedamaian pada mereka, mereka juga ingin mendamaikan dunia kelak, dimasa mereka dewasa...
Raju, ga ngarapin keadilan, toh fikirannya belum butuh itu. Ia (seperti anak lainnya), cuma butuh kenyamanan, tanpa intimidasi, tanpa ejekan, tanpa perbedaan rasial, penuh damai...
***Terima kasih buat Alex, yang udah ngajakin posting***